Jumat, 01 Januari 2010

PELESTARIAN AIR TANAH




Menurut Arina Miardini; Calon Peneliti pada Balai Penelitian Kehutanan Solo,air tanah selalu mengalamiperubahan sejalan dengan waktu. Perubahan ini dapat diakibatkan oleh banyak factor. Faktor tersebut bias diakibatkan oleh alam atau ulah manusia. Penyebab terganggunya kelestarian sumber daya air di perkotaan antara lain : Berkurangnya lahan sebagai daerah resapan air akibat berkembangnya daerah pemukiman dan industry.Menurunnya daya dukung lingkungan terhadap kelestarian fungsi dan manfaat sumber daya air akibat perilaku pemanfaatan lahan di daerah hulu yang kurang terkendali. Hal tersebut mendorong dan meningkatkan kesadaran dan keperdulian perlunya upaya bersama dari seluruh masyarakat dunia untuk memanfaatkan dan melestarikan sumber daya air ( SDA ) secara berkelanjutan. Hutan kota dengan komponen utamanya berupa keberadaan pohon/ vegetasi memiliki perakaran yang akan memperbesar granulasi,porositas tanah dan meningkatkan aktifitas mikroorganisme. Penutupan tanah dengan vegetasi dapat meningkatkan infiltrasi ( resapan air kedalam tanah.red ). Air masuk tetap tersimpan karena tertahan oleh vegetasi penutup dibawahnya dan serasah yang dihasilkan oleh pohon. Proses ini dapat menekan laju evaporasi, sehingga air hujan banyak yang masuk kedalam tanah sebagai infiltrasi dan hanya sedikit yang menjadi limpasan. Serasah yang berubah menjadi humus juga akan memperbesar jumlah pori tanah. Humus bersifat lebih higroskopis dengan kemampuan menyerap air yang besar, maka kadar air hutan akan meningkat. Sistem perakaran tanaman dan serasah yang berubah menjadi humus akan mengurangi tingkat Erosi, menurunkan aliran permukaan dan mempertahankan kondisi air tanah di lingkungan sekitarnya. Diperkirakan tujuh persen ( 7% ) air yang masuk kepori-pori tanah akan menjadi air tanah yang penting sebagai persediaan air dimasa depan ( Keizrul 2005 dalam Muchlis,2003). Huran Kota dengan luas minimal 0,5 Ha mampu menahan aliran permukaan akibat hujan dan meresapkan air kedalam tanah sejumlah + 10.219 m3 setiap tahun ( urban Forest research, 2002 dalam Tinambunan,2006). Jika hujan lebat terjadi, maka air hujan akan turun masuk meresap ke lapisan tanah yang lebih dalam menjadi air infiltrasi dan air tanah. Pada musim hujan laju aliran permukaan dapat dikendalikan oleh penutupan vegetasi yang rapat, sedangkan pada musim kemarau potensi air tanah yang tersedia bias memberikan manfaat bagi kehidu[an di lingkungan perkotaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar