Sabtu, 02 Januari 2010

PERAN HUTAN KOTA

PERAN HUTAN KOTA DALAM PELESTARIAN
AIR DAN TANAH


Pembangunan infrastruktur perkotaan di Indonesia mengalami perkembangan fisik yang cukup pesat. Konsekuensi yang timbul akibat pembangunan dengan perencanaan yang kurang baik dan tidak memperhatikan aspek tat ruang perkotaan adalah semakin sempitnya lahan yang tersisa untuk ruang terbuka hijau.


Implikasi dari berkurangnya ruang terbuka hijau akan menambah air yang mengalir dipermukaan, dengan begitu kondisi cadangan air tanah akan makin berkurang, sehingga dimusim kemarau kita akan kekurangan air dan dimusim penghujan air permukaan akan makin bertambah dan akhirnya mengakibatkan Banjir.
Air tanah memiliki fungsi yang sangat vital bagi manusia dan tumbuhan. Peran air tanah sebagai sumber daya yang melengkapi air permukaan untuk pasokan air yang cenderung meningkat. Namun, pengambilan air tanah yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negative terhadap sumber daya itu sendiri maupun lingkungan sekitarnya, seperti intrusi air laut, pencemaran akuifer, dan amblesan tanah ( land subsidence ).
Berkaitan dengan hal diatas keberadaan hutan kota menjadi sangat penting dan dan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Adanya ketersediaan ruang terbuka hijau yang optimal, maka kehidupan diharapkan selalu mengikuti siklus alami dan krisis lingkungan dapat diminimalisir.
Hutan Kota sebagai bagian dari program ruang terbuka hijau berperan sebagai pengendali daur air, yang dimulai dari peran tajuk dalam melakukan intersepsi, kemampuan vegetasi dalam melakukan evapotranspirasi, mengendalikan kadar system lengas tanah melalui system perakaran dan mengendalikan aliran yang dikeluarkan dalam hutan.

Jumat, 01 Januari 2010

SELAMAT DATANG DI TECTONA PUTRA BLOGS

Sebelum aku mengajak orang lain untuk mencintai dan peduli terhadap LINGKUNGAN, aku berusaha untuk memulai dari diriku sendiri,keluarga, tetangga dan masyarakat untuk mencintai LINGKUNGAN minimal pada lingkungan sekitar rumahnya masing-masing.

PELESTARIAN AIR TANAH




Menurut Arina Miardini; Calon Peneliti pada Balai Penelitian Kehutanan Solo,air tanah selalu mengalamiperubahan sejalan dengan waktu. Perubahan ini dapat diakibatkan oleh banyak factor. Faktor tersebut bias diakibatkan oleh alam atau ulah manusia. Penyebab terganggunya kelestarian sumber daya air di perkotaan antara lain : Berkurangnya lahan sebagai daerah resapan air akibat berkembangnya daerah pemukiman dan industry.Menurunnya daya dukung lingkungan terhadap kelestarian fungsi dan manfaat sumber daya air akibat perilaku pemanfaatan lahan di daerah hulu yang kurang terkendali. Hal tersebut mendorong dan meningkatkan kesadaran dan keperdulian perlunya upaya bersama dari seluruh masyarakat dunia untuk memanfaatkan dan melestarikan sumber daya air ( SDA ) secara berkelanjutan. Hutan kota dengan komponen utamanya berupa keberadaan pohon/ vegetasi memiliki perakaran yang akan memperbesar granulasi,porositas tanah dan meningkatkan aktifitas mikroorganisme. Penutupan tanah dengan vegetasi dapat meningkatkan infiltrasi ( resapan air kedalam tanah.red ). Air masuk tetap tersimpan karena tertahan oleh vegetasi penutup dibawahnya dan serasah yang dihasilkan oleh pohon. Proses ini dapat menekan laju evaporasi, sehingga air hujan banyak yang masuk kedalam tanah sebagai infiltrasi dan hanya sedikit yang menjadi limpasan. Serasah yang berubah menjadi humus juga akan memperbesar jumlah pori tanah. Humus bersifat lebih higroskopis dengan kemampuan menyerap air yang besar, maka kadar air hutan akan meningkat. Sistem perakaran tanaman dan serasah yang berubah menjadi humus akan mengurangi tingkat Erosi, menurunkan aliran permukaan dan mempertahankan kondisi air tanah di lingkungan sekitarnya. Diperkirakan tujuh persen ( 7% ) air yang masuk kepori-pori tanah akan menjadi air tanah yang penting sebagai persediaan air dimasa depan ( Keizrul 2005 dalam Muchlis,2003). Huran Kota dengan luas minimal 0,5 Ha mampu menahan aliran permukaan akibat hujan dan meresapkan air kedalam tanah sejumlah + 10.219 m3 setiap tahun ( urban Forest research, 2002 dalam Tinambunan,2006). Jika hujan lebat terjadi, maka air hujan akan turun masuk meresap ke lapisan tanah yang lebih dalam menjadi air infiltrasi dan air tanah. Pada musim hujan laju aliran permukaan dapat dikendalikan oleh penutupan vegetasi yang rapat, sedangkan pada musim kemarau potensi air tanah yang tersedia bias memberikan manfaat bagi kehidu[an di lingkungan perkotaan.